August 2, 2012

Serba Serbi Myanmar

Dibawah ini adalah kumpulan-kumpulan cerita dan sharing saya tentang Myanmar. Untuk catatan perjalanan bisa di klik link Mingalabar Myanmar

Visa Myanmar
Kali ini saya dan dua orang teman akan menjelajah negaranya Aung San Su Kyi tepatnya Myanmar. Setelah pemilu Myanmar tahun lalu, Myanmar mulai membuka pintu terhadap turis-turis asing untuk datang  ke negara itu. Apply visa dilakukan dengan datang langsung ke Kedutaan Myanmar di Jakarta dengan alamat Address : 109, JL. HAJI AGUS SALIM, MENTENG, JAKARTA PUSAT
Tel : (62 21) 315 8908, 315 9095
Hanya dengan menyertakan passport, foto copy KTP, pas foto 4x6 sebanyak 2 lembar, tiket perjalanan, surat keterangan perusahaan, mengisi formulir dan Rp 200.000. Visa sudah bisa saya ambil 3 hari kemudian. Gampang kan?
Tentang VOA di airport ataupun by online ternyata hanya berlaku untuk mereka yang melakukan perjalanan bisnis ke negara tersebut. Jadi untuk passpor Indonesia harus apply ke embassy di Jakarta ataupun di Bangkok yang terdekat heheheh.


It's all about the money
Dolar mulus : Saya punya beberapa orang teman yang sudah pernah ke Myanmar. Ada berbagai macam saran tentang bagaimana membawa dolar ke Myanmar. Dolar Amerika diperlakukan sangat berharga buat mereka. Dolar yang kamu bawa musti mulus dan masih crispy (ayam goreng kaleee). Ga boleh ada lipatan apalagi lecek, bekas stapler atau coretan. Musti mulus lus lus atau nggak ditolak.
Money Changer : Untuk urusan tukar menukar uang, kalo dulu teman saya menyarankan untuk menukar di Bogyoke Market untuk harga yang bagus, tapi dengan mudahnya saya menukar ke money changer di bandara. Dengan rate yang sangat bagus menurut saya yaitu USD 1.00 = Ks 874. Ya mau ga mau juga saya musti tukar di bandara karena malam itu juga saya harus pergi ke Mandalay. Dan menurut supir taxi saya di Mandalay lebih baik tukar uang di Bank KBZ yang merupakan bank swasta Myanmar pertama (menurut beliau) dan emang sih harganya kompetitif.
Tukar Kyats - Dolar : Di Myanmar jika menukar uang pasti akan diminta passport untuk dicatat indentitasnya dan akan diberikan tanda terima.(receipt). Nah receipt tersebut jangan sampai hilang. Mengapa? Karena jika perjalanan anda di Myanmar berakhir dan masih cukup banyak Kyats dan ingin menukar kembali, mereka pasti akan meminta tanda terima ketika kita menukar uang. Cukup satu saja receipt yang diberikan tidak usah semua jika berkali-kali melakukan penukaran uang. Kalo nggak ada emangnya kenapa? Ya .. uangnya ga bisa ditukar balik. Kalo kata tellernya itu adalah peraturan pemerintah mereka. Lumayan lo saya bisa dapat USD 75 kembali hehehehe.
Ngitung duitnya yang bener yaa
Saya ingat sekali teman saya kasih saran, kalau tukar uang pastikan uang kyatsnya diterima dulu dan dihitung dulu dengan benar baru kasih uang dolarnya. Itungnya pelan2 karena duitnya busuk. Lain halnya dengan saya. Uang yang saya terima boleh dikatakan masih bersih dan mulus. Kemudian saya mulai menghitung manual. Aga keder juga nih karena ada beberapa gepok uang. Hampir setengah jalan saya menghitung ternyata tellernya menawarkan untuk menghitung.. dengan mesin penghitung uang aja gituh. *mata saya yang kaga liat ada mesin hitung uang nangkring dekat teller* Dari tadi napa bu jawab saya dalam bahasa indonesia.

Minta Menu donk
Disebuh restoran lokal di Yangon..
Mira                        : Can I have the menu, please…?
Waiter                     : there.. on the wall (dengan bhs inggris yg sangat asing di telinga kami)
Mira, Saya, Ninik    : *bengong menatap dinding yang penuh dengan tulisan keriting Burma*

-------------------------------------

Memesan Makanan atau Minuman
Saya bukanlah tipe orang yang hobi kuliner lebih tepatnya saya aga picky untuk urusan makanan. Terserah orang mau bilang apa. Tapi kalau urusannya makanan pada saat traveling saya lebih baik tidak makan atau memilih makanan yang familiar di telinga saya.
Makan : Untuk urusan makan di Myanmar, saya perhatikan jika tempat makan tersebut harus memasak terlebih dahulu pastikan bahwa perut anda jangan dalam keadaan kosong sama sekali. Mengapa? Karena berapa kali kami memesan makan dan makanan itu baru tiba sekitar 45 - 60 menit kemudian. Kalau tidak sabaran pengin rasanya saya masuk ke dapur bertanya kenapa lama sekali, tetapi berhubung mereka ga ngerti bahasa Inggris apa boleh buat kami harus tetap menunggu. Mungkin itu sebabnya mereka akan menyediakan snack seperti kacang dan kerupuk yak??? hm..
Minum : Lebih ke minum teh si sebenernya. Di Myanmar aga susah sebenernya mencari teh. Maksudnya kaya teh Sariwangi panas pake gula gitu. Jadi kalo minta teh pasti akan disediakan teh dan susu, berkali-kali seperti itu. Sampai pada akhirya saya bilang "I want tea with sugar only, no milk" dan mereka akan bilang.. ahhh "Lipton Tea then." dan harganya muahaaalllll :( 

Supir Taxi Yangon
Bapak dibawah ini namanya Mr. Ko Tin Aung a.k.a pak Abdullah (Phone No. 09  - 7321 6421). Orang Myanmar aseli yang berprofesi sebagai supir taxi di kota Yangon. Sebuah kebetulan yang menyenangkan bagi kami bertemu beliau, menngapa menyenangkan? Karena ternyata beliau bisa berbahasa Indonesia walau hanya sedikit dan pasti dia lancar berbahasa Inggris.

Kenapa dia bisa berbahasa Indonesia? Ternyata beliau pernah bekerja di perusahaan pelayaran selama 6 tahun di Indonesia. Orangnya baik dan raman dan yang paling penting harga taxinya sangat negotiable. Ini yang paling penting bukaaannn??? :D 


6 comments:

  1. wow.. thanks gan infonya sangat berguna,,, saya mau ke Myanmar di Januari 2013 ini...

    ReplyDelete
  2. good timing banget tuh kalo ke Bagan pas bulan Januari. ENJOY!!

    ReplyDelete
  3. kalau untuk makanan halal di yangoon bagaimana? karena saya mau kesana dibulan desember 2013 pas sea games nanti. trus apakah tersedia mini market disana? terimakasih

    ReplyDelete
  4. untuk makanan halal saya kurang tau banyak, tapi coba di eksplore ke resto-resto Bangladesh di sekitaran Bogyoke market atau Sule Pagoda

    ReplyDelete
  5. mba Lia mau tanya dong, kalau naik bis dari Inle Lake - Mandalay berapa lama ya?

    ReplyDelete
  6. halo... ada email Bapak Abdullah di Yangon gaaa?
    makasih...........

    ReplyDelete